Sabtu, 26 Januari 2008

Awas …. Awan gempa !

Awan lurus terlihat di kuala lumpur KLCC

(foto diatas diambil di KLCC, Kuala Lumpur dekat Petronas Twin Tower beberapa hari lalu oleh Pak Isra)



Awan lurus yg sering disinggung-singgung sebagai pertanda akan ada gempa ini beberapa kali terlihat disekitar Kuala Lumpur seperti dalam foto diatas itu. Untunglah, kebetulan ada teman di Kuala Lumpur yg memotret dan dibagi-bagi buat kamu-kamu semua. Nah masih inget pelajaran tentang awan wektu SMP, ndak ? Inget ga ada berapa jenis awan ?

Inget-inget donk … kan dulu ada istilah ada awan cumulus, ada awan cirrus, cumulus, stratus, nimbus dll. Dimana masing-masing awan ini memiliki karakteristik khusus baik terjadinya dan bahkan juga isi atau penyusunnya. Ada yg terdiri dari gumpalan titik-titik air juga ada yg berupa kristal-kristal air atau es dll. Kalau mau detilnya coba tengok web ini, ini memang web pakai bahasa inggris skalian latihan blajar bahasa Inggris lah yaw.

Nah awan yg terlihat di Kuala Lumpur ini sering banget kelihatan. Bahkan dalam dua hari lalu beberapa kali terlihat, tapi ndak ada tuh gempa di Kuala lumpur. Bahkan kamu tahu kan daerah Kuala Lumpur itu kegempaannya sangat kecil. Masih inget tulisan tentang kegempaan sebelumnya disini ndak ?

Awan Kobe di Jepang. Mengapa awan ini begitu terkenal ?

Gempa yg terjadi di Kobe tahun 1995 merupakan kejadian gempa yg menelan banyak korban. Jepang yg sudah canggih dalam hal ilmu kegempaanpun masih juga mengalami musibah dan bencana. Dan seolah olah menjadikan “monumen” khusus di abad moderen di Jepang. gempa berkekuatan 6.9 ini menjadi “insiden” khusus. Nah, itulah kemudian banyak bermunculan issue-issue seputar gempa Jepang ini. Salah satunya “isu awan lurus” ini berawal dari bencana gempa Kobe. Issue awan lurus ini ndompleng gempa Kobe tahun 1995 itu dan menyebar lewat media internet dengan cepat. Bahkan menjadi berkembang sebagai mitos.

Kalau memang benar di Kobe ada awan sebelum gempa, sangat mungkin itu hanyalah kebetulan saja. Kebetulan ada awan, kebetulan setelah itu ada gempa. Tetapi bahwa awan itu pertanda gempa sama sekali tidak berdasar. Sama halnya ketika saya sedang duduk menghadap ketimur kemudian ada hujan deres setelah itu, tetapi saya yg sedang duduk santai jelas tidak ada hubungan dengan hujan deres disitu kan ?

Nah bagaimana kalau ada “tarikan” elektromagnetis seperti yg diisukan juga ?

Kita tahu bahwa mekanisme gempa itu adalah akibat tekanan yg terlepaskan atau disebut elastic rebound … atau “pelentingan” dari kata “melenting”. Kalau memang stress atau tekanan batuan yg menyebabkan gempa itu merubah sifat-sifat elektromagnetis bumi, maka gempa-gempa susulan tentunya juga menunjukkan hal yang sama bukan ? dan juga karena prosesnya proses pelentingan tentunya stress atau tekanan yg ada dalam batuan itu terjadinya tidak sesaat saja, atau prosesnya berjalan kontinyu. Sedangkan awan ini hanya muncul saat tertentu saja. Berati munculnya awan dan gempa jelas tidak ada hubungan korelasionalnya, kan ?
Selain itu gempa-gempa susulan yg terjadi, walaupun kekuatannya kurang dari gempa utama namun proses terjadinya ya sama saja. mengapa tidak ada tanda-tanda akan adanya gempa susulan yg diamati ? Electromagnetik Frekuensi rendah, mungkin merupakan sesuatu harapan. Namun eletrmagnetik ini belum cukup untuk bisa dianggap sebagai precursor gempa. Masih banyak studi yg harus dilakukan. Sedangkan pengamatannya pun tidak bisa dengan kasat mata.

Jadi tidak benar kalau awan lurus ini merupakan pertanda akan ada gempa. Lah, buktinya wong saya masih di Kuala Lumpur ga ada gempa kok padahal dua hari lalu ada awan lurus yg dipotret teman saya Pak Isra.

Namun ada juga hal lain yang harus kamu perhatikan bahwa, gempa merupakan proses dari dalam bumi, sedangkan awan merupakan fenomena meteorologi. Artinya “perangai” awan akan lebih dikontrol oleh kondisi meteorologi daerah tersebut. Misalnya angin, suhu dan morofologi atau bentuk pegunungan. Inget ngga mengapa awan itu pertanda daratan ? kalau orang hilang ditengah lautan maka dia akan mencari daratan dengan cara melihat arak-arakan awan rendah. Karena awan ini menunjukkan dimana daratan. Coba perhatiin kalau sedang di laut. Itu akibat perbedaan temperatur darat dan laut yg lebih berpengaruh.
Mengapa aku tidak percaya awan gempa ?
(Lihat juga uraian mitos awan gempa disini)

Gempa Dunia sumber USGS July 2006Gempa yg terjadi di Bumi ini sudah jutaan kali dan statistik dibawah menunjukkan bahwa gempa berkekuatan diatas 6SR telah terjadi 70 kali hanya ditahun 2006 (7 bulan). Namun tidak ada awan gempa yg menjadi penjelasan khusus sebelum terjadinya. Artinya munculnya awan gempa hanyalah kebetulan. Jadi awan gempa sebagai pertanda awal sebelum gempa hanyalah kebetulan, bukan kebenaran. Dalam statistik maka korelasionalnya sangat rendah.

Gempa TerKini

Tengoklah sekitarmu !

Untuk mengatasi issue kejadian bencana (gempa) yang merugikan. Dibawah ini ada sebuah peta kegempaan selama sepekan lalu untuk Dunia dan Australasia. Tengoklah sesekali, sehingga kamu tahu seperti apa dinamika bumi ini. Jangan ketakutan akan terjadi gempa, tetapi jangan lengah ketika gempa.
Coba hitung berapa gempa terjadi disekitar kita !

Versi USGS (US Geological Survey) diupdate setiap saat !

Waktu dalam UTC (Coordinated Universal Time), untuk WIB ditambah 7 Jam.

Map showing earthquakes

Legend for earthquake map

sumber USGS

Tips Menghadapi Longsor dan Ciri Daerah Rawan Longsor

Ciri Daerah Rawan Longsor
1. Daerah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat
2. Lapisan tanah tebal di atas lereng
3. Sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik
4. Lereng terbuka atau gundul
5. Terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing
6. Banyaknya mata air/rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil
7. Adanya aliran sungai di dasar lereng
8. Pembebanan yang berlebihan pada lereng seperti adanya bangunan rumah atau saranan lainnya.
9. Pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan

Upaya mengurangi tanah longsor
1. Menutup retakan pada atas tebing dengan material lempung.
2. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.
3. Waspada terhadap mata air/rembesan air pada lereng.
4. Waspada padsa saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama

Yang dilakukan pada saat dan setelah longsor

1. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor.
2. Segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati.
3. Segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman.


TINDAKAN KITA SAAT TERJADI GEMPABUMI


Jika gempabumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda berada.
DIDALAM RUMAH
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.
DI LUAR RUMAH
Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.
DI MALL, BIOSKOP, DAN LANTAI DASAR MALL
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
DI DALAM LIFT
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
DI DALAM KERETA API
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
DI DALAM MOBIL
Saat terjadi gempabumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
DI GUNUNG/PANTAI
Ada kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
BERI PERTOLONGAN
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempabumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar anda.
EVAKUASI
Tempat-tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah daerah. Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempabumi. Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki dibawah kawalan petugas polisi atau instansi pemerintah. Bawalah barang-barang secukupnya.
DENGARKAN INFORMASI
Saat gempabumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.

Sumber : http://merapi.vsi.esdm.go.id/?static/gempabumi/pengenalan.htm


dATARAn Banjir Yang KebanjiraN

Mengamati banjir dapat dilakukan di daerah genangan ataupun lewat angkasa dengan citra satelit. Pengamatan dengan citra satelit ini untuk memperlihatkan bagaimana banjir itu terjadi. Namun kali ini sedikit kekurangannya karena tidak ada peta curah hujan ketika banjir itu terjadi. Peta curah hujan sangat diperlukan untuk melihat sebenarnya daerah mana yang diguyur air hujan. Dengan mengetahui guyuran air hujan ini akan lebih mudah diketahui juga tahap-demi tahap kejadian banjir.

banjir1a.jpg

banjir1.jpg

Gambar di sebelah kiri ini menunjukkan peta satelit yang diambil sebelum banjir. Sedangkan disebalh kanan merupakan peta satelit sesudah (ketika) banjir datang.

Setelah Banjir datang kita dapat melihat lokasi-lokasi genangan air ini. Didalam gambar sebelah kanan, air terlihat berwarna biru. Sedangkan warna putih itu adalah awan, dan warna hitam dibawahnya merupakan bayang-bayang awan.

banjir2a.jpg

banjir2.jpg

Ada dua seri gambar lain disebelah ini yang juga merupakan peta satelit sebelum dan sesudah (ketika) banjir.

Sesudah banjir datang, maka tidak seluruh kiri-kanan sungai akan kebanjiran. Ada tempat-tempat tertentu saja yang sering atau lebih berpotensi terkena limpahan air sungai.

Kalau menengok gambar-gambar peta satelit diatas kita dapat melihat dengan jelas bahwa daerah yang banjir tersebut merupakan daerah disekitar sungai yang berkelok-kelok, sering disebut sebagai sungai meander. Dataran landai di sebelah kiri kanan sungai dini disebut flood plain atau dataran banjir. Coba perhatikan bagaimana banjir itu melimpah akibat kelokan sungai. Dan juga daerah pertemuan dengan anak sungai ini seringkali merupakan titik limpah utama dalam banjir.

penampang-endapan-sungai.gifTitik-titik pinggir sungai tempat melimpahnya air sungai yang menggerus tanggul alami ini sering diseput “splay (crevasse splay)” atau titik limpah. Jadi harus selalu waspada kalau kebetulan daerah sekitar titik limpah ini. Karena disitulah kecepatan aliran sungai terbesar.

Dibawah ini gambar penampang sungai secara sederhana dimana terlihat sungai yang menjulur berwarna biru, serta adanya tangggul alami (levees). Disebelah kiri kanannya terdapat tempat datar yang disebut dataran banjir berwarna hijau tua. Dataran banjir ini tersusun oleh endapan-endapan sungai yang terendap dengan mekanisme utamanya adalah banjir.

flood_plain.gif

Dataran banjir atau flood plain ini lebarnya bisa ratusan meter hingga puluhan kilometer, tergantung besar kecilnya sungai. Untuk Sungai/Bengawan Solo ini dibatasi tinggian Kendeng disebelah utara dan tinggian jalur gunung api disebelah selatannya, mengalir sepanjang Jawa Timur.

Jadi kalau daerah banjir trus kebanjiran gimana anehnya ?

Sumber gambar : CRISP, www.paleocurrents.com


BanjiR Jakarta, Banjir Solo, dan Banjir Pantai

siklus.jpgHampir setiap awal tahun di Jakarta akan mengalami banjir, hal ini disebabkan oleh curah hujan tinggi dimana air sudah tidak mampu lagi dilewatkan oleh saluran-saluran air yang ada. Dongeng menjelang tidur siang tentang banjir Jakarta sudah pernah dituliskan disini :

Banjir di Jakarta sangat (lebih) mungkin disebabkan oleh aliran air permukaan (runoff). Daya serap tanah sudah pasti tidak akan mampu lagi menyerap air hujan lebat. Kemampuan saluran yang ada baik got, sungai maupun Saluran Banjir kanal tidak mampu menahan banjir bila hujan sangat deras. Penyebab tambahan adalah akibat kiriman dari Bogor memang ada tetapi sangat tidak dominan. Kalau memang daya serap air serta kemugkinan banjir kiriman, maka yang perlu dilakukan adalah memperbaiki saluran air lingkungan. Termasuk didalamnya Banjir Kanal Barat (BKB) dan Banjir Kanal Timur (BKT). Tetapi seperti yang dituliskan dalam tulisan sebelumnya bahwa apabila curah hujan sama seperti awal tahun 2007 kemarin, bahwa walaupun ada BKB dan BKT hanya mengurangi efek banjir, tetapi tidak mampu menghilangkan banjir di Jakarta.

Banjir Bengawan Solo dan Jawa Timur

bengawansolo1.jpgBanjir Bengawan Solo hingga Jawa Timur ini kalau dirunut jelas disebabkan oleh ketidak-mampuan Bendungan Gajahmungkur untuk menampung air hujan yang sangat ekstrim tinggi selama beberapa hari. Perlu diingat bahwa curah hujan kemarin itu tidak hanya “menyerang” hulu Sungai Bengawan Solo saja tetapi juga sepanjang aliran anak-anak sungai Bengawan Solo.

Jebolnya tanggul-tanggul di sekitar Solo Baru jelas menunjukkan adanya keteledoran dalam perawatan tanggul selama ini. Tanpa mengurangi bagaimana susahnya Departemen PU mengelola, tetapi bisa disebut bahwa keteledoran ini mungkin juga karena krisis ekonomi. Krisis ekonomi sejak beberapa tahun lalu dapat menyebabkan prioritas perawatan DAS Bengawan Solo terabaikan. Ini bisa saja dianggap Dept PU telah ‘kecolongan’ dalam hal ini.

Kalau untuk menangani banjir sungai Bengawan Solo salah satu yang mestinya dilakukan bukan sekedar memperbaiki tanggul saja, tetapi harus dikerjakan secara terpadu sejak dari hulu yaitu mulai Bendungan Gajahmungkur, sepanjang aliran sungai Bengawan Solo, termasuk anak-anak sungainya hingga muaranya di Ujung Pangkah, Gresik.

banjir31des2007.jpgDAS Solo dan Brantas

Seandainya hujan yang terjadi beberapa minggu lalu itu merupakan awal musim hujan, maka masih perlu diantisipasi banjir-banjir yang mungkin akan terjadi lagi. Selain DAS (Daerah Aliran Sungai) Bengawan Solo, di Jawa Timur ini ada DAS besar lain yaitu DAS Brantas yang letaknya bedampingan. Sungai Brantas bermuara di dua tempat yaitu di Surabaya dan Porong. Kedua DAS ini sangat berpotensi banjir yang akan akan menelan korban maupun kerugian akibat curah hujan yang tinggi. Hal ini disebabkan karena sepanjang sungai ini sudah banyak sekali dimanfaatkan sebagai pemukiman yang padat.

Sungai Brantas yang bercabang ini salah satunya mengalir ke utara ke Surabaya. Dengan adanya bendungan pengatur di Mojokerto maka banjir sungai Brantas ke arah Surabaya yang lebih padat pemukiman dapat dihindarkan. Ada yang perlu diperhatikan saat ini karena adanya gelontoran Lumpur Lapindo di Sidoarjo yang dialirkan ke Kali Porong, tentu saja kapasitas aliran Sungai Porong harus dijaga jangan sampai kemampuannya mengalirkan air jauh menurun. Karena kalau terjadi aliran air cukup deras dari hulu Sungai Brantas yang ujungnya hingga di Malang ini kan sulit dikendalikan lagi.

Banjir Pantai Selatan dan Pantai Utara

gelombangpasang.jpg

Banjir di beberapa lokasi di sepanjang pantai-pantai Sumatra dan Jawa yang terjadi bersamaan bulannya dengan banjir di Bengawan Solo merupakan banjir yang berbeda. Banjir pantai ini diperkirakan karena adanya gelombang pasang naik.

Ketinggian air banjir di pantai-pantai ini berkisar antara 3-5 meter. Banjir air laut ini arahnya tidak seperti banjir sungai, air laut justru yang bergerak kedaratan. Tentunya kecepatannya bisa saja cukup deras terutama bila bentuk pantainya seperti corong yang mengumpulkan air secara cepat ketika air pasang sedang meninggi.

Banjir pasang ini akan selalu berulang pada saat perigee (posisi bulan terdekat dengan bumi). Dengan demikian kapan akan hadirnya pasang naik ini semestinya dapat diprediksi dengan lebih mudah. Namun kalau waktu-waktu ini bersamaan dengan musim penghujan, maka problem yang dihadapi juga akan semakin kompleks seperti banjir di Jakarta awal tahun 2007 lalu.

Graphic on how the Moon and Sun affect the tidesUntuk tahun 2008 kemungkinan perigee akan terjadi pada tanggal-tanggal dibawah ini :

  • 19–22 Januari 2008
  • 8–11 Maret 2008
  • 6–8 April 2008
  • 5–6 Mei 2008
  • 3–4 Juni 2008
  • 2–3 Juli 2008
  • 15–17 Oktober 2008
  • 13–14 November 2008
  • 12–13 Desember 2008

Tidak mudah mengatasi banjir pasang ini karena yang diperlukan adalah barrier (tanggul yang cukup lebar untuk mencegah air laut masuk kedaratan. Tanggul yang diperlukan sepanjang pantai ini selain menahan gelombang pasang juga pada saat-saat tertentu juga menahan gelombang-gelombang pantai. Selain diperlukan tanggul juga diperlukan pemecah ombak atau wave-breaker.

MereKayasa SungaI beGawan SolO

Sebenarnya manusia ini diberi karunia otak untuk melakukan rekayasa (tapi bukan rekapaksa) untuk mampu hidup di alam yang bisa dibilang jinak-jinak singa ini. Bisa lutju waktu masih kecil, bisa galak kalau lagi marah.

Dibawah ini ada beberapa rekayasa sungai di Jawa yang sukses dan yang sedang dicoba kekuatannya. Kenyataan memang masih ada saja gagalnya, tetapi kalau dilihat keberhasilannya juga patut diacungi empat jempol !!!!

Floodplain - Dataran yang penuh karunia

sungai.jpgMemang tidak salah manusia memanfaatkan floodplain. Karena pada kenyataannya floodplain itu daerah yang subur karena tempat ini sering diberi pupuk hara secara alami. Hanya saja proses pemupukannya ini dengan mekanisme yang disebut banjir. Banjir bukan bencana kalau dari sisi “penyuburan” dengan distribusi unsur hara ini. Tetapi manusia ini seringkali tidak adil dalam menilai fenomena alam, ketika airnya dirasakan terlalu berlimpah dan menganggu, barulah manusia menyebutnya bencana. Seperti hujan sering dimaknai karunia, tapi kalau kebanyakan jadi dimaknai badai yang berarti bencana juga kan ?

Sejak jaman dahulu kehidupan manusia selalu berdekatan dengan air, salah satunya berada pada sepanjang sungai. Itulah sebabnya secara arkeologis kalau melihat perkembangan kebudayaan manusia tidak pernah terlepas dari “sungai”. Tidak hanya untuk bercocok tanam saja, namun juga untuk kebutuhan tempat tinggal, kebutuhan transportasi dll, semua tersedia di sepanjang sungai.

Yang lebih paling mudah sebenarnya adalah lebih mengenali seluruh produk alami ini dan menggunakannya sesuai dengan proses-proses alamiahnya. Misalnya menggunakan dataran banjir untuk persawahan, menggunakan sungai untuk sumber air dan transportasi, juga memanfaatkan lereng gunung utk tempat wisata dengan membangun villa dll. Namun ketika jumlah manusia meningkat maka diperlukan usaha tambahan manusia, untuk tidak hanya menggunakan atau mengeksploitasi alam secara berlebihan dan meninggalkannya, selanjutnya mencari yang lain lagi.

Konsekuensi menggunakan dataran banjir tentusaja ada tersendiri, misalnya banjir tahunan, lima tahunan dll. Dengan memanfaatkan teknologi manusia mulai merekayasa sungai ini (meluruskan aliran, meninggikan tanggul, mengatur besar kecilnya aliran dan sebagainya).

Perlunya Sedikit Rekayasa

Rekayasa merupakan salah satu usaha manusia untuk memanfaatkan alam ini dengan lebih baik, lebih efisien serta tidak membahayakan eksistensi atau kehidupannya (less-disaster). Alam ini apa adanya saja juga sudah baik, tetapi manusia fitrahnya selalu punya keinginan untuk menuju ke yang lebih baik. Maka diperlukanlah usaha dalam bentuk rekayasa (engineering). Salah satunya dalam memanfaatkan sungai ini adalah merekayasa alirannya.

Jangan dikira bahwa rekayasa sungai dan produk-produk alami itu monopoli jaman sekarang looh. Jaman dahulu di Mesir koeno juga sudah ada pemanfaatan dan mengubah aliran Sungai Nil. Juga pemanfataan dan mofikasi Sungai Gangga di India.

Bengawan Solo yang dimodifikasi

Kalau modif motor mungkin semua sudah tahu, tetapi kalau modifikasi bengawan solo … hmm menarik juga kan ? Benar looh Sungai besar atau lebih dikenal dengan Bengawan Solo ini sudah mengalami modifikasi besar-besaran. Hampir seluruh bagian dari Bengawan Solo ini sudah mengalami modifikasi. Bagian hulu, aliran dan hilir sungai ini sudah dimodif habiss.

Modifikasi Bengawan Solo secara alami

bengawanpurba.jpg Tahu ngga kalau Bengawan solo ini sejak awalnya sudah dimodifikasi oleh alam ? Ya, modifikasi alamiah ini bukan sembarangan, yang dimodifikasi adalah arah alirannya. Dahulu aliran sungai Bengawan Solo ini keselatan dan sekarang mengalir ke utara. Perubahan aliran sungai bengawan solo ini diperkirakan terjadi sekitar 2 atau paling tidak sejuta tahun lalu. Coba tengok gambar sebelah yang menujukkan sungai purba Bengawan Solo yang sudah menjadi sebuah lembah yang berkelok-kelok. Klick Gambar sebelah kiri !

Bagaimana bisa berbalik arah aliran ini ?

terangkat1.jpg Sebelumnya arah aliran sungai Bengawan Wonogiri Solo ini mengalir ke arah selatan. Sungai ini bermuara di Samodra Indonesia. Proses tektonik tentunya sejak dulu juga ada. Lempeng Ustrali di sebelah kanan (selatan) ini menabrak dan menghunjam ke bawah Pulau Jawa.

terangkat2.jpgKarena adanya kerak Ustrali menghunjam kebawah tentunya bagian pinggir (bag selatan) Pulau Jawa ini akan terangkat terus menerus kan ? Sehingga lama kelamaan aliran air permukaan yg melalui sungai akan terganggu.
terangkat3.jpg Sampai akhirnya ketika pengangkatannya sudah cukup tinggi, maka airpun tidk dapat mengalir ke arah selatan, dan “berbalik” ke utara. Saat ini kita hanya dapat mengamati adanya endapan-endapan sungai Bengawan Solo purba.

Pengangkatan ini masih terus berlangsung hingga saat ini. Pengangkatan ini terjadi bersamaan pula dengan proses terjadinya gempa.

Modifikasi sungai Bengawan Solo ini juga dilakukan oleh manusia mulai darihulu hingga hilir.

Bendungan Gajah Mungkur

waduk_gajahmungkur.gifWaduk Gajah Mungkur berada 3 KM di sebelah selatan Kota kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Bendungan atau waduk ini dibangun mulai tahun 1970-an dan mulai beroperasi pada tahun 1978. Waduk dengan wilayah luas genangan kurang lebih 8800 ha. Beberapa fungsi dari waduk ini antara lain : untuk mengairi sawah seluas 24 000 ha di daerah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar hingga ke Sragen. Selain itu juga untuk memasok air minum Kota Wonogiri. Fungsi lainnya adlah menghasilkan listrik dari PLTA yang awalnya di design untuk sebesar 12,4 MegaWatt.

Waduk yang didesign berusia 100 tahun ini ternyata mengalamipendangkalan yang sangat cepat. Sehingga usia waduk ini menjadi lebih pendek dari yang diperkirakan sebelumnya. Pendangkalan ini sangat mungkin merupakan akibat dari kesalahan dari pemeliharaan. Ketika sebuah waduk dibuat, maka tentusaja akses ke jalan-jalan disini semakin berkembang.

Solo Baru dengan aliran sungai yang lurus !

bengawansolo2.jpgManusia memang banyak membutuhkan karunia dari alam, namun manusia masih selalu ingin lebih dari sekedar yang disediakan alam. Bukan karena nafsu saja, namun karena keterbatasan penyediaan alam karena jumlah manusia yang bertambah. Salah satunya adalah pemanfatan dataran untuk pemukiman, pertanian dan kebutuhan lain (rekreasi dll).

Salah satu modifikasi aliran sungai telah dilakukan pada Sungai Bengawan Solo. Hal ini dilakukan untuk mempermudah mengontrol sungai yang alirannya akan menjadi “sederhana” (lurus). Secara alami diketahui aliran sungai itu akan selalu berkelok-kelok karena terjadinya proses pengendapan. Pengendapan ini memerlukan tempat baru sehingga proses pengendapan akan selalu terjadi ketika aliran sungai menjadi perlahan, salah satunya saat berkelok.

Sungai yang diluruskan ini secara sepintas memang menjadikan alirannya sederhana namun kalau dilihat dari perilaku sungai dan perilaku aliran air, maka kita tahu bahwa yang lurus seperti ini belum tentu lebih mudah dikontrol. Dalam waktu tertentu sangat mungkin aliran lurus ini akan berkembang menjadi aliran alami. Akan terjadi pengendapan-pengendapan juga pada bagian-bagian tertentu dari sungai yang harus dipelihara supaya tidak terjadi pedangkalan. Pendangkalan kanal inilah yang mengurangi kemampuan kanal dalam mengalirkan air.

Delta Pangkah (Delta buatan)

ujungp.jpg Tidak hanya bagian tengah saja Bengawan Solo ini dimodif, bahkan bagian hilir atau bagian ujung sungai inipun sudah direkayasa (dimodifikasi). Delta Pangkah merupakan salah satu hasil modifikasi sungai Bengawan Solo di bagian hilir.

Salah satu tujuan dimodifikasinya bagian hilir dari Bengawan Solo ini adalah untuk mengindari pendangkalan di selat Madura. Coba tengok warna biru muda (turqioise) ini, ini memperlihatkan bagaimana endapan sungai di mulut Bengawan Solo. Endapan ini dibawa oleh aliran Bengawan Solo dari ujung hingga hilir. Delta buatan yang merupakan hasil rekayasa yang berada di sebelah utara kota Gresik. Kali ini saya tampilkan delta yang ada dengan lebih detil lagi. Kita sebut saja Delta Pangkah.

Apa saja yang dapat kita pelajari dari gambar disebelah ini ?.

Warna biru muda (turquoise) menunjukkan pola penyebaran sedimen yg diangkut oleh aliran air laut yg melalui Selat Madura. Batuan yg keluar dari lubang semburan di Porong ini juga sama secara genetika (pembentukannya). Jadi warna biru muda (turquoise) itu adalah endapan-endapan halus berukuran lempung yg menyebar dan terendapkan didasar-dasar laut. Kalau saja endapan ini selain dari anak-anak sungai dan merupakan sebagian besar berasal dari ujung sungai Bengawan Solo, dimana merupakan daerah erosi sungai, maka tentusaja jumlah endapan yang tertahan oleh Bendungan Gajamungkur bukanlah sedikit. Apalagi ditambah penggundulan hutan yang merusak dan mempercepat erosi, itulah sebabnya usia bendungan Bengawan Solo sangat pendek dari yang diduga sebelumnya.
Perhatikan skala pembanding yang ada. Dimensi dari kanal buatan yg konon dibuat sekitar 100 tahun yang lalu ini memiliki panjang 15 Km.

Sungai Bengawan Solo ini sudah tidak seperti yang dulu. Sungai ini sudah dan akan selalu mengalami perubahan bentuk fungsi serta perilakunya sepanjang jaman. Sehingga perlu dilakukan penelitian khusus mengenai Bengawan Solo Moderen.


MereKayasa SungaI beGawan SolO

Sebenarnya manusia ini diberi karunia otak untuk melakukan rekayasa (tapi bukan rekapaksa) untuk mampu hidup di alam yang bisa dibilang jinak-jinak singa ini. Bisa lutju waktu masih kecil, bisa galak kalau lagi marah.

Dibawah ini ada beberapa rekayasa sungai di Jawa yang sukses dan yang sedang dicoba kekuatannya. Kenyataan memang masih ada saja gagalnya, tetapi kalau dilihat keberhasilannya juga patut diacungi empat jempol !!!!

Floodplain - Dataran yang penuh karunia

sungai.jpgMemang tidak salah manusia memanfaatkan floodplain. Karena pada kenyataannya floodplain itu daerah yang subur karena tempat ini sering diberi pupuk hara secara alami. Hanya saja proses pemupukannya ini dengan mekanisme yang disebut banjir. Banjir bukan bencana kalau dari sisi “penyuburan” dengan distribusi unsur hara ini. Tetapi manusia ini seringkali tidak adil dalam menilai fenomena alam, ketika airnya dirasakan terlalu berlimpah dan menganggu, barulah manusia menyebutnya bencana. Seperti hujan sering dimaknai karunia, tapi kalau kebanyakan jadi dimaknai badai yang berarti bencana juga kan ?

Sejak jaman dahulu kehidupan manusia selalu berdekatan dengan air, salah satunya berada pada sepanjang sungai. Itulah sebabnya secara arkeologis kalau melihat perkembangan kebudayaan manusia tidak pernah terlepas dari “sungai”. Tidak hanya untuk bercocok tanam saja, namun juga untuk kebutuhan tempat tinggal, kebutuhan transportasi dll, semua tersedia di sepanjang sungai.

Yang lebih paling mudah sebenarnya adalah lebih mengenali seluruh produk alami ini dan menggunakannya sesuai dengan proses-proses alamiahnya. Misalnya menggunakan dataran banjir untuk persawahan, menggunakan sungai untuk sumber air dan transportasi, juga memanfaatkan lereng gunung utk tempat wisata dengan membangun villa dll. Namun ketika jumlah manusia meningkat maka diperlukan usaha tambahan manusia, untuk tidak hanya menggunakan atau mengeksploitasi alam secara berlebihan dan meninggalkannya, selanjutnya mencari yang lain lagi.

Konsekuensi menggunakan dataran banjir tentusaja ada tersendiri, misalnya banjir tahunan, lima tahunan dll. Dengan memanfaatkan teknologi manusia mulai merekayasa sungai ini (meluruskan aliran, meninggikan tanggul, mengatur besar kecilnya aliran dan sebagainya).

Perlunya Sedikit Rekayasa

Rekayasa merupakan salah satu usaha manusia untuk memanfaatkan alam ini dengan lebih baik, lebih efisien serta tidak membahayakan eksistensi atau kehidupannya (less-disaster). Alam ini apa adanya saja juga sudah baik, tetapi manusia fitrahnya selalu punya keinginan untuk menuju ke yang lebih baik. Maka diperlukanlah usaha dalam bentuk rekayasa (engineering). Salah satunya dalam memanfaatkan sungai ini adalah merekayasa alirannya.

Jangan dikira bahwa rekayasa sungai dan produk-produk alami itu monopoli jaman sekarang looh. Jaman dahulu di Mesir koeno juga sudah ada pemanfaatan dan mengubah aliran Sungai Nil. Juga pemanfataan dan mofikasi Sungai Gangga di India.

Bengawan Solo yang dimodifikasi

Kalau modif motor mungkin semua sudah tahu, tetapi kalau modifikasi bengawan solo … hmm menarik juga kan ? Benar looh Sungai besar atau lebih dikenal dengan Bengawan Solo ini sudah mengalami modifikasi besar-besaran. Hampir seluruh bagian dari Bengawan Solo ini sudah mengalami modifikasi. Bagian hulu, aliran dan hilir sungai ini sudah dimodif habiss.

Modifikasi Bengawan Solo secara alami

bengawanpurba.jpg Tahu ngga kalau Bengawan solo ini sejak awalnya sudah dimodifikasi oleh alam ? Ya, modifikasi alamiah ini bukan sembarangan, yang dimodifikasi adalah arah alirannya. Dahulu aliran sungai Bengawan Solo ini keselatan dan sekarang mengalir ke utara. Perubahan aliran sungai bengawan solo ini diperkirakan terjadi sekitar 2 atau paling tidak sejuta tahun lalu. Coba tengok gambar sebelah yang menujukkan sungai purba Bengawan Solo yang sudah menjadi sebuah lembah yang berkelok-kelok. Klick Gambar sebelah kiri !

Bagaimana bisa berbalik arah aliran ini ?

terangkat1.jpg Sebelumnya arah aliran sungai Bengawan Wonogiri Solo ini mengalir ke arah selatan. Sungai ini bermuara di Samodra Indonesia. Proses tektonik tentunya sejak dulu juga ada. Lempeng Ustrali di sebelah kanan (selatan) ini menabrak dan menghunjam ke bawah Pulau Jawa.

terangkat2.jpgKarena adanya kerak Ustrali menghunjam kebawah tentunya bagian pinggir (bag selatan) Pulau Jawa ini akan terangkat terus menerus kan ? Sehingga lama kelamaan aliran air permukaan yg melalui sungai akan terganggu.
terangkat3.jpg Sampai akhirnya ketika pengangkatannya sudah cukup tinggi, maka airpun tidk dapat mengalir ke arah selatan, dan “berbalik” ke utara. Saat ini kita hanya dapat mengamati adanya endapan-endapan sungai Bengawan Solo purba.

Pengangkatan ini masih terus berlangsung hingga saat ini. Pengangkatan ini terjadi bersamaan pula dengan proses terjadinya gempa.

Modifikasi sungai Bengawan Solo ini juga dilakukan oleh manusia mulai darihulu hingga hilir.

Bendungan Gajah Mungkur

waduk_gajahmungkur.gifWaduk Gajah Mungkur berada 3 KM di sebelah selatan Kota kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Bendungan atau waduk ini dibangun mulai tahun 1970-an dan mulai beroperasi pada tahun 1978. Waduk dengan wilayah luas genangan kurang lebih 8800 ha. Beberapa fungsi dari waduk ini antara lain : untuk mengairi sawah seluas 24 000 ha di daerah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar hingga ke Sragen. Selain itu juga untuk memasok air minum Kota Wonogiri. Fungsi lainnya adlah menghasilkan listrik dari PLTA yang awalnya di design untuk sebesar 12,4 MegaWatt.

Waduk yang didesign berusia 100 tahun ini ternyata mengalamipendangkalan yang sangat cepat. Sehingga usia waduk ini menjadi lebih pendek dari yang diperkirakan sebelumnya. Pendangkalan ini sangat mungkin merupakan akibat dari kesalahan dari pemeliharaan. Ketika sebuah waduk dibuat, maka tentusaja akses ke jalan-jalan disini semakin berkembang.

Solo Baru dengan aliran sungai yang lurus !

bengawansolo2.jpgManusia memang banyak membutuhkan karunia dari alam, namun manusia masih selalu ingin lebih dari sekedar yang disediakan alam. Bukan karena nafsu saja, namun karena keterbatasan penyediaan alam karena jumlah manusia yang bertambah. Salah satunya adalah pemanfatan dataran untuk pemukiman, pertanian dan kebutuhan lain (rekreasi dll).

Salah satu modifikasi aliran sungai telah dilakukan pada Sungai Bengawan Solo. Hal ini dilakukan untuk mempermudah mengontrol sungai yang alirannya akan menjadi “sederhana” (lurus). Secara alami diketahui aliran sungai itu akan selalu berkelok-kelok karena terjadinya proses pengendapan. Pengendapan ini memerlukan tempat baru sehingga proses pengendapan akan selalu terjadi ketika aliran sungai menjadi perlahan, salah satunya saat berkelok.

Sungai yang diluruskan ini secara sepintas memang menjadikan alirannya sederhana namun kalau dilihat dari perilaku sungai dan perilaku aliran air, maka kita tahu bahwa yang lurus seperti ini belum tentu lebih mudah dikontrol. Dalam waktu tertentu sangat mungkin aliran lurus ini akan berkembang menjadi aliran alami. Akan terjadi pengendapan-pengendapan juga pada bagian-bagian tertentu dari sungai yang harus dipelihara supaya tidak terjadi pedangkalan. Pendangkalan kanal inilah yang mengurangi kemampuan kanal dalam mengalirkan air.

Delta Pangkah (Delta buatan)

ujungp.jpg Tidak hanya bagian tengah saja Bengawan Solo ini dimodif, bahkan bagian hilir atau bagian ujung sungai inipun sudah direkayasa (dimodifikasi). Delta Pangkah merupakan salah satu hasil modifikasi sungai Bengawan Solo di bagian hilir.

Salah satu tujuan dimodifikasinya bagian hilir dari Bengawan Solo ini adalah untuk mengindari pendangkalan di selat Madura. Coba tengok warna biru muda (turqioise) ini, ini memperlihatkan bagaimana endapan sungai di mulut Bengawan Solo. Endapan ini dibawa oleh aliran Bengawan Solo dari ujung hingga hilir. Delta buatan yang merupakan hasil rekayasa yang berada di sebelah utara kota Gresik. Kali ini saya tampilkan delta yang ada dengan lebih detil lagi. Kita sebut saja Delta Pangkah.

Apa saja yang dapat kita pelajari dari gambar disebelah ini ?.

Warna biru muda (turquoise) menunjukkan pola penyebaran sedimen yg diangkut oleh aliran air laut yg melalui Selat Madura. Batuan yg keluar dari lubang semburan di Porong ini juga sama secara genetika (pembentukannya). Jadi warna biru muda (turquoise) itu adalah endapan-endapan halus berukuran lempung yg menyebar dan terendapkan didasar-dasar laut. Kalau saja endapan ini selain dari anak-anak sungai dan merupakan sebagian besar berasal dari ujung sungai Bengawan Solo, dimana merupakan daerah erosi sungai, maka tentusaja jumlah endapan yang tertahan oleh Bendungan Gajamungkur bukanlah sedikit. Apalagi ditambah penggundulan hutan yang merusak dan mempercepat erosi, itulah sebabnya usia bendungan Bengawan Solo sangat pendek dari yang diduga sebelumnya.
Perhatikan skala pembanding yang ada. Dimensi dari kanal buatan yg konon dibuat sekitar 100 tahun yang lalu ini memiliki panjang 15 Km.

Sungai Bengawan Solo ini sudah tidak seperti yang dulu. Sungai ini sudah dan akan selalu mengalami perubahan bentuk fungsi serta perilakunya sepanjang jaman. Sehingga perlu dilakukan penelitian khusus mengenai Bengawan Solo Moderen.


SumuR Zam-Zam Mengering

Berita di Detik.com dan JawaPos
menuliskan bahwa ada kekhawatiran mengeringnya sumur Zam-Zam. Pasti berita seperti ini akan mengagetkan banyak orang, apalagi yang percaya bahwa keajaiban Zam-zam itu akan abadi dan kekal selamanya. Padahal kalau kita teliti sedikit jeli melihatnya maka kita akan tahu bahwa dari sudut pandang hidrogeologi sumur Zam-zam secara tehnis hanyalah sumur gali biasa. Bahkan kalau dilihat dari sejarah bisa ditelesik bahwa sumur ini pernah hilang, dan diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW. Sedangkan kisah sebelum diketemukan (kembali) sumur ini, masih banyak mengandung mitos serta metafora yang dipercayai oleh umat Islam sebagai sumur (mata air) yang muncul ketika Allah menolong Siti Hajar setelah beralir-lari (sa’i) diantara bukit Shofa dan Marwa. Bukan soal bener dan salah tetapi tentang kebenaran metafor ini tentunya ngga mungkin dikaji dengan dongeng geologi, kan?

Berita tentang Zam-zam,

Sumur ini sering mengundang berita. Selain karena air sumur dipercaya ini mengandung mineral-mineral yg berguna, namun juga tidak kalah yang memberitakan bahwa air sumur ini juga berbahaya, tidak higienis dan sebagainya. Pada tahun 1982 ketika sedang ada pengerjaan bagian bawah Kabah terjadi semburan air cukup deras yang diperkirakan dari akifer Zam-zam. Raja Fahd akhirnya memerintahkan untuk meneliti secara khusus dengan melibatkan ahli-ahli geologi Dr Adnan Niazi, professor of Geo-Physics dari King Fahd University of Petroleum and Minerals Dhahran, Saudi Arabia.

Berita bahwa sumur ini mengering juga sudah beberapa kali tersebar. Dalam dasa warsa terakhir ini salah satunya terlontar akibat ditutupnya jalan menuju sumur dari tempat thawaf. Secara tehnis memang dengan penutupan jalan kebawah ini menjadikan tempat thawaf semakin lebar dan mampu membuat ibadah thawaf lebih lengang. Berita terakhir kemarin adalah larangan untuk membawa air zam-zam didalam pesawat. Larangan-larangan ini tentu saja banyak mengundang spekulasi, apa benar sumur zam-zam mengering ?

Kebetulan pagi tadi ada kawan di geologi yang juga bertanya soal ini

2008/1/18 Iwan B :
> Mas Vicky,
> - air zam-zam yang ada sekarang ini apa sama dengan yg digali zamam Nabi Muhammad SAW?

zam-zam.jpgKebetulan aku sedang membaca Buku Sejarah Arab, pinjeman dari sahabatku Mas Latif. Buku yang aku baca berjudul History of the Arabs, Revised: 10th Edition (Paperback) by Philip Hitti , Buku ini cukup banyak menggambarkan “sejarah” Arab. Tapi aku belum nyampai soal Zam-zam jaman Nabi, bukunya tuebel banget :)
Tetapi dari beberapa buku lain yang pernah aku baca menyatakan bahwa sumur yang saat ini merupakan sumur jaman Nabi Muhammad dahulu yg digali dan diketemukan kembali oleh Kakeknya Kanjeng Nabi Muhammad. Sedangkan sejarah sebelum diketemukannya kembali itu masih burem atau masih seperti “metafora” (berbau mitos dll), hanya keyakinan yang dapat dipakai, tetapi sulit (tidak mudah) membuktikan sebagai kajian “sejarah”. Nanti akalau buku yang aku baca itu menyebutkan arkeologisnya aku crita tambahannya.

> - apakah ada penelitian geologi & geofisika (seismic & geolistrik) untuk menjelaskan aquifer dan volumenya?

Kalau menurut SGS (Saudi Geological Survey) mereka melakukan studi khusus tentang sumur ini. Mereka juga melakukan studi pumping test akifer dll. Yang salah satunya akhirnya membuat sumur ini menjadi sumur moderen dengan sumersible pump. Alhamdulillah aku sudah sempat melihat dengan mata kepala sendiri konstruksinya sebelum sumur ini ditutup untuk umum.

Pernah kering dan hilang

Kalau soal hilang (pernah kering) dan terkubur pasir sebenernya sudah ada tulisan SGS yang jelas mengatakan, “According to Arab historians, the Zamzam Well, except for a few periods when it became dry or was buried under sand, has been in use for around 4000 years”. Jadi kalau tulisan ini benar, maka memang iya Sumur Zam-zam pernah hilang dan pernah kering ! Hal ini harus dimengerti dan disadari oleh siapa saja. Menurutku kita (sebagai manusia yang berfikir) tidak boleh menutup mata dan telinga tentang sifat alamiah sumur Zam-zam ini. Dan ini juga yang dilakukan oleh pemerintah Saudi.

Bahkan menurut sebuah kisah “Pada masa lalu, saat kesucian Masjidil Haram tercemari oleh kemusyrikan satu kabilah bernama Jurhum, sumur air zamzam itu pernah kering dan perlahan sumurnya tertutup. Sumur zamzam pun hilang selama beberapa abad lamanya. hingga akhirnya digali ulang oleh Kakeknya Nabi Muhammad SAW.

> - dengan catch area yang kecil, apakah memungkin sumur zam-zam menyuplai air sejak zaman Nabi Ibrahim sampai sekarang? kecuali karena keajaiban?

saudi_precipitation.jpgKalau kita hanya mengandalkan data rata-rata curah hujan yang aku lihat dibawah 100mm/tahun maka dengan cacthment area yang terbatas didaerah ini, mungkin model apapun yang dibuat untuk sumur Zamzam akan kekurangan air kalau diambil terus, dan juga tidak hanya diambil lewat sumur Zam-zam. Tentusaja sejak dahulu ada sumur2 lain di sekitar Makkah milik penduduk lokal. Mungkin saja banyak atau ada anomali-anomali curah hujan yang tidak masuk dalam kondisi rata-rata seperti yang tergambar dipeta sebelah kanan ini.

kabah_flood_1941 Kalau melihat sejarah soal hidrologi di Saudi khususnya Makkah ini maka kita akan mengerti adanya kondisi khusus dimana terjadi banjir di Makkah ! Menurut saya banjir cukup besar yang datang terakhir tahun 1941 menyebabkan ibadah haji terganggu. Mekanisme Banjir ini pula yang menurutku merupakan salah satu “cara” mensuplai air untuk sumur Zam-zam. Bisa jadi tanki utama (water storage) air Zam-zam ini bukan hanya Wadi Ibrahim saja tetapi juga fracture atau rekah-rekah di basement yang konon air ini justru mengucur lebih banyak dari celah-celah rekahannya.

Uji pumping test menjelaskannya :
Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam (note: perlu referensi angka yang lebih sahih) memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan disekitar Makkah.

cekungan-makah.jpgDari uraian pumping test diatas sepertinya banyak kontribusi justru dari rekahan yang ada dibawah (basement) bukan hanya dari Alluvium Wadi Ibrahim. Dan setahu saya yang ditakutkan atau dikhawatirkan saat ini adalah tumbuh kembangnya daerah ini menjadi hutan beton dengan gedung-gedung bertingkat. Tentusaja mereka akan menggali fondasi hingga basement. Dan kalau “wadah” atau “storage” Zam-zam ini terganggu akan mengurangi kapasitas produksinya.

FYI, jumlah jamaah haji ini sejak jaman Nabi hingga sekitar 1940-an selalu konstan pertumbuhannya. Tahun 1940-an (Pra perang dunia II) ini masih sekitar 400 000. Saat ini jamaah haji sudah lebih dari 2 juta dalam satu musim haji saja. Dan tahu kan banjir besar itu juga terjadi pada tahun 1941 …. Peningkatan jumlah jamaah haji ini justru terjadi pasca banjir. Apakah waktu itu sebenernya pertanda akan membanjirnya jamaah haji ? … “Wallah hualam”

Lantas apa donk keajaibannya ?

Keajaibannya mnurutku “tidak statis”, tetapi keajaiban itu selalu berkembang. Dahulu sesuatu yang aneh kalau di gurun ada sumur air, sehingga akan menarik peziarah. Apalagi air ini merupakan kebutuhan hidup para Saat ini manusia dapat menjelaskannya, dan keberadaannya mungkin menjadi tidak aneh dan tidak ajaib lagi. Menurutku salah satu keajaibannya saat ini justru dari muncul dari olah pikir, teknologi, serta kemauan dan semangat manusia-manusia yang berpikir untuk menjaganya. Bayangkan saja berapa ilmu pengetahuan baru yang akan muncul dengan meneliti, menyelidiki, dan mengamati sumur yang satu ini.

Dibawah sana ada berita dari ArabNews (14 Jan 2008) bahwa pemompaan Zam-zam akan dihentikan untuk diteliti. Ini menunjukkan bahwa saat ini pemerintah Saudi pun juga telah menggunakan dasar ilmiah, teknologi dan keilmuan dalam memelihara sumur ini.

Bacaan terkait :

Arab News :

Zamzam Pumping Temporarily Halted
Arab News
JEDDAH, 14 January 2008 - Pumping of water from Zamzam well inside the Grand Mosque in Makkah will be stopped for two weeks in order to conduct studies by the Saudi Geological Survey. But the measure will not affect Zamzam water supply in the two holy mosques, an official statement said.
“We have stored adequate amount of Zamzam water in huge containers to meet the needs of the two holy mosques,” said Aifan Al-Jeaid, director of the Zamzam water Distribution Department.
He said Zamzam water supply centers in Gaza and Bab Al-Fateh would be closed during the period. “We found this time suitable for the closure as most pilgrims have already left Makkah after performing Haj and water consumption will be less during winter,” he explained.